Bayangkan bagaimana sel telur yang telah dibuahi dapat berkembang secara akurat menjadi makhluk hidup yang kompleks dalam lingkungan biokimia yang penuh fluktuasi? Kemampuan yang tampak seperti 'memahami masa depan' ini pernah memikat filsuf kuno, dan juga membingungkan ilmuwan modern. Pelajaran ini akan membawa Anda menyaksikan transformasi paradigma yang mendalamtransformasi paradigmabagaimana tujuan berubah dari spekulasi metafisika menjadi karakteristik perilaku sistem yang ketat.
1. Kembali ke Filsafat Alam hingga Vitalisme
Aristoteles berpendapat bahwa untuk memahami keberadaan suatu benda, perlu menganalisis 'Empat Sebab':Sebab Materi(bahan penyusunnya),Sebab Bentuk(prototipe strukturnya),Sebab Gaya(kekuatan yang menyebabkan gerakan) serta yang paling pentingPenyebab Tujuan(mengapa ia ada). Di era modern, Driesch (Hans Driesch) mengemukakanEntelechi(Entelechi) sebagai konsep, berusaha menjelaskan otonomi biologis melalui kehidupan misterius internal. Meskipun konsep ini memberi inspirasi pada zamannya, namun tetap terasa kurang ketat secara ilmiah.
2. Prinsip Tujuan Sistem: Definisi Ilmiah
Ilmu Sistem modern mengakhiri misterianisme. Kami dengan tegas menyatakan:Tujuan adalah ciri khas yang jelas muncul saat sistem organisasi mengalami perkembangan dan perubahan. BerdasarkanPrinsip Tujuan Sistem:
3. Pandangan Fondasional dalam Kontrol Teori
Tokoh kunci dalam pergeseran ini adalah pendiri Teori KontrolWiener (Norbert Wiener). Wiener membuktikan bahwapentingnya tujuan dan tujuan bagi Teori Kontrol. Faktanya, disiplin ilmu Teori Kontrol didirikan di atas pandangan ini: bahwa 'tujuan' bukan lagi dorongan misterius jauh, tetapi dapat dimodelkan, diamati, dan dimetakan melaluiRegulasi umpan balik negatifperilaku yang terkontrol.